Cilacap, Berita Militer | Alumni Pola Pertolongan Allah (PPA) Learning Center (LC) Purwokerto menggelar kegiatan kopi darat (kopdar) sebagai sarana memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga konsistensi praktik nilai-nilai spiritual. Kegiatan tersebut berlangsung di Resto Cobek Dadak, Jalan Gerilya, Purwokerto, Sabtu (27/12/2025), dan diikuti para alumni dengan suasana kekeluargaan.
Acara dipandu oleh Iswati, pengurus PPA LC Purwokerto Divisi Pembinaan. Kopdar ini diisi dengan kajian reflektif oleh Bunda Emi, CHt, C-NLP, yang mengajak para alumni untuk kembali menata kesadaran diri dalam menerapkan Pola Pertolongan Allah di tengah kehidupan yang dinamis.
Dalam penyampaiannya, Bunda Emi menegaskan bahwa pertolongan Allah tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses kesadaran spiritual yang terus dirawat. Lima prinsip utama disampaikan sebagai fondasi, mulai dari niat yang luas, ikhtiar iman yang maksimal, prasangka baik kepada Allah, sikap berserah diri sepenuhnya, hingga membiasakan sedekah sebagai pembuka pintu rezeki.

Selain itu, ia juga mengingatkan adanya penghalang pertolongan Allah berupa luka batin yang belum diselesaikan. Luka batin yang disebut sebagai “ganjalan tisu” tersebut dinilai dapat menghambat kelancaran hidup jika tidak dituntaskan dengan sikap memaafkan dan meminta maaf.
Bunda Emi menekankan pentingnya menyelaraskan kembali hubungan dengan Allah, orang tua, pasangan, dan anak sebagai fondasi utama kehidupan spiritual. Menurutnya, dari relasi-relasi inilah aliran pertolongan Allah bermula.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para alumni berbagi pengalaman serta refleksi tentang tantangan dan proses menerapkan nilai-nilai PPA dalam kehidupan sehari-hari.
Iswati berharap kopdar ini dapat menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi alumni PPA LC Purwokerto. Ia mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga silaturahmi dan aktif terlibat dalam setiap agenda yang diselenggarakan.

Kopdar alumni ini menjadi bagian dari upaya PPA LC Purwokerto dalam menghadirkan ruang belajar yang berkesinambungan, tidak hanya untuk memperkuat spiritualitas, tetapi juga mempererat kebersamaan dan rasa saling mendukung antar alumni.
